Tinggal kenangan

Pada hari Rabu tanggal 2 Mei 2012, saya dan rekan saya Indah Agoan pergi menemani bapak Direktur SEAMOLEC meeting di Senayan. Disana kami bertemu dengan bapak Made Astawa Rai juga. Tema meeting kali itu adalah membahas e-mail yang berisikan cerita tentang Alm. Widjajono Partowidagdo, Wamen ESDM yang telah meningga di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (21/4/2012).


Pak Widjajono mendaki gunung bersama tim Vulkanologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Pusat Vulkanologi Surono kepada Metro TV, Sabtu (21/4) siang, mengatakan Widjajono kelelahan saat mendaki Gunung Tambora.

Pendakian yang dilakukan mulai 19 April hingga 21 April tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk memperingati Hari Kartini. Menurut para kerabatnya, beliau adalah seorang penggila dalam hal mendaki gunung.

Sementara itu, Menteri ESDM, Jero Wacik saat berada di rumah duka menyatakan ia tak mengetahui secara detail tujuan kepergian Widjajono. Sebelum pergi, wakilnya itu hanya meminta izin untuk mendaki gunung Tambora.

“Katanya sudah lama mendaki gunung, dan sudah janjian dengan teman-temannya. Apalagi beliau libur, jadi saya mempersilakan. Saya hanya pesan, jangan naik gunung tinggi-tinggi, karena sudah tua,” kata Jero.

Tak ada yang menyangka pada akhirnya, sang profesor nyentrik ITB ini menghembuskan napas terakhir di tempat yang paling ia kagumi, yaitu gunung dan alam. Ajal menjemputnya ketika tengah berada di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut. Pria kelahiran Magelang 16 September 1951 itu mengalami sesak napas dan kritis saat berada di Shelter III di Gunung Tambora, NTB.

Lalu beberapa orang seperti pa Made Astawa Rai, mengirimkan beberapa penggal cerita yang sempat alm kirimkan di milis ITB melalu e-mail saya dan Indah. Setelah itu maka kami printing semua e-mail tersebut yang akan di jadikan sebagai konsep buku yang akan di buat oleh seorang Editor handal.

Setelah semua e-mail di print, maka kami di ajak bapak untuk bertemu dengan para sahabat dr Alm, ada Pa Made, Pa Robby Rompis, Pa Beny S Nasution, Bu Yeni dll. Kami pikir kami kesana hanya mengantarkan buku yang telah kami print, eh taunya kam di ajak rapat dengan keadaan kami yang serba mendadak dan tidak tahu bahwa kami juga ikut jadi peserta rapat kala itu.

Dengan berbagai macam ekpresi wajah yang ibu dan bapak itu perlihatkan kepada kami semakain hilang rasa gugup yang semula menghantui kami, karena kan mereka adalah orang penting dan terpendang pastinya. Merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi saya bisa bergabung dengan bapak-bapak dan ibu-ibu yang cerdas seperti itu .


Ini adalah foto saat kami sedang makan malam berlangsung. Tampak terlihat ibu-ibu yang cantik dan bapak-bapak yang tampan juga kan? Namun cantik dan tampan di nomor terakhirkan , karena manurut saya mereka adalah orang-orang yang luar biasa.




Itu adalah beberapa foto pada saat kami berada di sana , dan akan menjadi pengalaman yang berharga. Sekian ceritanya saya kali ini. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s